Eksplorasi Modem Venus VT-18 di Linux [Bagian 1]: Deteksi Modem

Karena kebutuhan akan akses internet yang lebih murah, saya mulai mencari-cari operator yang menawarkan akses internet murah. Saya menemukan bahwa akses internet yang lebih murah disediakan oleh operator-operator CDMA. Biaya akses bisa mencapai 50% dari IM2 yang biasa saya pakai. Yah, memang kecepatan maksimalnya dibawah GSM. Tapi, saya pikir-pikir toh kalau pakai GSM juga tidak pernah sampai kecepatan maksimum dan kecepatan bukan prioritas saya.

Akhirnya mulailah perburuan modem CDMA. Saya mencari yang dual-band supaya bisa mencoba-coba berbagai operator. Saya juga mencari modem yang support EVDO supaya saya dapat memanfaatkan akses data yang cepat tanpa harus beli modem lagi, itung-itung investasi jangka panjang. Yang terpenting tentu saja harganya he.. he.. he..

Survei sana-sini didapatkanlah modem Venus VT-18 yang saya temukan sebagai modem yang memenuhi kriteria di atas. Sebelum membeli saya telah melakukan pencarian di internet tentang apakah modem ini bisa berjalan di Linux terutama Ubuntu. Saya tidak menemukan informasi tentang itu, tetapi hanya menemukan informasi tentang modem Venus VT-10 dan Venus VT-11 yang dapat berjalan di Linux. Berdasarkan informasi itu saya berasumsi bahwa seri VT-18 pun dapat berjalan di Linux. Dengan modal nekat, saya belilah modem itu. Saya berpikir jika modem itu belum dapat berjalan di Linux, saya yakin bahwa tinggal menunggu waktu untuk komunitas Linux menemukan caranya.

Oke.. Singkat cerita, modem itu ditancapkan ke port USB di laptop kesayangan. Dan… yak.. modem terdeteksi! Tapi… bukan sebagai modem. Tetapi sebagai removable disk tepatnya sebagai CD drive.

saya coba perintah

$ dmesg
...
[  160.471203] usb-storage: device scan complete
[  160.477133] scsi 4:0:0:0: CD-ROM            Qualcomm MMC Storage      2.31 PQ: 0 ANSI: 2
...

ternyata memang terdeteksi sebagai CD-ROM bukan sebagai modem. Sementara saya abaikan dulu masalah ini. Saya coba langkah-langkah seperti pada Venus VT-11.

Saya lakukan

$ lsusb
...
Bus 003 Device 004: ID 2015:0001
...

dari sini dapat vendor id: 2015 dan product id: 0001.

lalu saya lakukan

$ sudo modprobe usbserial vendor=0x2015 product=0x0001

Tak ada tanda-tanda modem terdeteksi. Lalu googling sana-sini, disimpulkan bahwa perlu switch terlebih dahulu dari mode removable drive ke modem. Cari-cari lagi ketemu bahwa swicthing bisa diotomatisasi dengan usb_modeswitch. Tapi ternyata usb_modeswitch tidak mendukung modem VT-18.

Setelah berpikir dan cari sana-sini, saya mencoba meng-eject /dev/sr0 (CD-ROM dari modem terdeteksi sebagai /dev/sr0 pada laptop saya. Mungkin berbeda pada kasus Anda)

$ eject /dev/sr0

kemudian saya coba lagi

$ sudo modprobe usbserial vendor=0x2015 product=0x0001
$ dmesg
...
[  305.774799] usbcore: registered new interface driver usbserial
[  305.774840] USB Serial support registered for generic
[  305.774881] usbserial_generic 3-1:1.0: generic converter detected
[  305.775052] usb 3-1: generic converter now attached to ttyUSB0
[  305.775077] usbserial_generic 3-1:1.1: generic converter detected
[  305.775188] usb 3-1: generic converter now attached to ttyUSB1
[  305.775211] usbserial_generic 3-1:1.2: generic converter detected
[  305.775331] usb 3-1: generic converter now attached to ttyUSB2
[  305.775363] usbcore: registered new interface driver usbserial_generic
...

Eaaa… tampaknya prospeknya bagus. Tapi agak curiga karena terdeteksi sebagai generic converter bukan modem converter seperti pada modem GSM saya yang lama. Tapi ternyata hal itu tidak masalah, modem sudah terdeteksi pada network manager di Ubuntu. Yey.. jadinya tidak perlu koneksi pakai wvdial lagi.

Lalu saya coba konek. Eh.. ternyata tidak bisa. Lalu saya coba di komputer teman yang pakai Win****. Saya pakai dialer bawaan si modem. Ternyata tidak bisa konek juga. Ternyata si kartu harus diregistrasikan dulu di 4444 dan harus pesan paket internetnya dulu. Setelah proses tersebut modem bisa dipakai koneksi internet. Sampai di sini masalahnya adalah untuk SMS. SMS dibutuhkan untuk pemesanan paket internet dan cek pulsa.

Saya biasa pakai Gammu untuk mengirim SMS dengan modem GSM. Ternyata Gammu tidak support Venus VT-18 dan menurut beberapa forum di internet, Gammu tidak support CDMA. Mau coba Kannel ternyata juga katanya tidak support CDMA. Penasaran masalah kirim dan terima SMS? Baca bagian kedua…

This entry was posted in Linux, kegiatan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Eksplorasi Modem Venus VT-18 di Linux [Bagian 1]: Deteksi Modem

  1. syuaibar iqbal says:

    artikel mantab.. lanjutt yah ke bagian dua..

  2. Pingback: Eksplorasi Modem Venus VT-18 di Linux [Bagian 2]: SMS | ://zaniar.web.id

  3. cermindatar says:

    Thanks infonya. Saya juga sedang cari-cari modem yang pas n bisa di linux tentunya.

  4. lieliephs says:

    Bos.. kalo sy beda lg ceritanya.. pas pertama beli modemnya sudah kedetect ama network manager. tapi kok nggak mau recognize ya? uda saya coba make modprobe juga n dmesg tapi tetep gak bisa. Jadi mesti make kppp baru jalan..

  5. rio says:

    makasih atas petunjukx alhasil modem saya sudah bisa berjalan di mint isadora..

  6. nerut says:

    Mau tnya klo modemnya ga kedeteksi sebagai cdrom gmn (ubuntu di laptop)? tapi klo ubuntu yang di komputer desktop bisa mendeteksi modem tersebut sbg cdrom nya…
    * modem yang saya pakai venus vt 18 evdo

  7. zaniar says:

    @nerut: Yang Anda dapatkan seperti apa? Terdeteksi sebagai apa? Atau malah tidak terdeteksi?

    Coba dilihat hasil dmesg

    Harusnya sama-sama terdeteksi sebagai cdrom. Mau di laptop atau di desktop sama saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>